REVIEW FILM "POSESIF"


Tak terasa gelap pun jatuh,..
iyaa blog ini ditulis mau nya pas subuh, tapi deadline, jadinya gak jadi di ujung malam menuju pagi yang dingin, hehe~~~
sesuai judul nih, gw mau ngereview film posesif./ yaiyalah judulnya aja udah jelas, gak jelas banget lu gun.

tanpa basa basi nasi yang sudah basi, yuk cusss~

film posesif adalah film yang mendapat predikat film dengan penghargaan sutradara terbaik di FFI 2017. Sang sutradara menjadi pembeda film posesif dengan film romansa indonesia pada umumnya. Edwin, mampu membuat peran lala yang di perankan oleh putri marino menjadi luar biasa sehingga mengantarkanya sebagai aktris terbaik FFI 2017. 
-kenapa bisa Edwin menjadi sutradara terbaik FFI 2017?
-bagaimana mungkin putri marino bisa menjadi aktris terbaik FFI 2017?

nah, pertanyaan ini bakal gw lanjutin untuk ngejawab sekalian nuntasin review film ini. comment yee!!!~~~

SINOPSIS
Film ini bercerita tentang kisah dari dua pelajar SMA yang bernama Lala (Putri Marino) dan Yudhis (Adipati Dolken). Lala juga merupakan seorang atlet loncat indah dan kehidupannya sama seperti gerakan loncat indah di mana hidupnya bisa juga dibilang jungkir balik. Penyebab dari gambaran hidupnya yang jungkir balik ini bukan karena gerakannya di dalam kolam renang, ataupun tentang keluarganya, namun karena cinta pertamanya terhadapa Yudhis.
Karena Yudhis juga termasuk pelajar baru di sekolahnya Lala dan telah menjebak hati Lala. Pada tahun terakhir di SMA, Lala harus ditarik keluar dari kegiatan rutinitas lamanya, di mana hidupnya tidak terus melihat birunya air kolam renang ataupun dinding kusam sekolah. Karena Lala percaya bahwa Yudhis selalu dan akan sigap untuk menghadirkan pelangi asalkan Lala berjanji untuk bersama selamanya.[2]
Akan tetapi, pelan-pelan Lala dan Yudhis harus menerima dan menghadapi kisah dari mereka yang masuk dalam kegelapan juga, awalnya cinta Yudhis yang tampak sederhana dan melindungi namun berjalan menjadi rumit dan berbahaya. Janji yang telah mereka ucapkan untuk setia hingga selamanya menjadi jebakan.

Komentar